Monday, October 25, 2010

~ SEBUTIR KURMA ~


Selesai menunaikan ibadah haji, Ibrahim bin Adham berniat ziarah ke Mesjidil Aqsa. Untuk bekal di perjalanan, ia membeli 1kg kurma dari pedagang tua di Masjidil Haram. Setelah kurma ditimbang dan
dibungkus, Ibrahim melihat sebutir kurma terletak  di atas penimbang. Menyangka kurma itu sebahagian dari
yang ia beli, Ibrahim memungut dan memakannya.



Setelah itu dia berangkat menuju Al Aqsa. Empat Bulan kemudian, Ibrahim tiba di Al Aqsa. Seperti
biasa, dia suka memilih sebuah tempat beribadah pada sebuah ruangan dibawah kubah Sakhra.  Ia solat dan
berdoa khusuk sekali.  Tiba tiba dia terdengar percakapan dua Malaikat tentang dirinya, "Itu, Ibrahim
bin Adham, ahli ibadah yang zuhud dan wara' yang doanya selalu dikabulkan ALLAH SWT," kata malaikat yang satu.




"Tetapi sekarang tidak lagi. Doanya ditolak kerana 4bulan yg lalu ia memakan sebutir kurma yang jatuh dari
meja seorang pedagang tua di dekat mesjidil haram," jawab malaikat yang satu lagi.


Ibrahim bin Adham terkejut sekali, ia terhenyak, jadi selama 4 bulan ini ibadahnya, solatnya, doanya dan
mungkin amalan-amalan lainnya tidak diterima oleh ALLAH SWT gara-gara memakan sebutir kurma yang bukan haknya. "Astaghfirullahal adzhim" Ibrahim beristighfar.  dia berkemas untuk berangkat
semula ke Mekah menemui pedagang tua penjual kurma.Untuk meminta dihalalkan sebutir kurma yang telah
ditelannya.


sampai di Mekkah dia terus menuju tempat penjual kurma itu, tetapi dia tidak menemui pedagang
tua itu melainkan seorang anak muda , "4 bulan yang lalu saya membeli kurma disini dari seorang pedagang
tua. Ke mana ia sekarang?" tanya Ibrahim.

"Sudah meninggal sebulan yang lalu, saya sekarang meneruskan pekerjaannya berdagang kurma" jawab anak
muda itu.


"Innalillahi wa innailaihi roji'un, kalau begitu kepada siapa saya meminta penghalalan ?" Lantas ibrahim menceritakan peristiwa yg dialaminya, anak muda itu mendengar dengan penuh minat. 



"Begitulah" kata Ibrahim setelah bercerita, "Engkau sebagai ahli waris orang tua itu, maukah engkau
menghalalkan sebutir kurma milik ayahmu yang aku terlanjur makan tanpa izinnya?"

 

"Bagi saya tiada masalah. Insya ALLAH saya halalkan.Tapi entah dengan saudara-saudara saya yang jumlahnya 11 orang.  Saya tidak berani mengatas nama kan mereka kerana mereka mempunyai hak waris sama dengan saya."


"Dimana alamat saudara-saudaramu?Biar saya temui mereka satu persatu." Setelah menerima alamat, Ibrahim
bin Adham pergi menemui. Biar berjauhan, akhirnya selesai juga. Semua setuju menghalalkan sebutir kurma
milik ayah mereka yang termakan oleh Ibrahim. 4 bulan kemudian, Ibrahim bin Adham sudah berada dibawah kubah Sakhra. Tiba-tiba ia terdengar dua malaikat yang sedang bercakap cakap.



"Itulah Ibrahim bin Adham yang doanya tertolak gara-gara makan sebutir kurma milik orang lain."



"O, tidak.., sekarang doanya sudah makbul lagi, ia telah mendapat penghalalan dari ahli waris pemilik kurma
itu. Diri dan jiwa Ibrahim kini telah bersih kembali dari kotoran sebutir kurma yang haram kerana masih
milik orang lain. Sekarang ia sudah bebas."



Berhati-hatilah dgn makanan yg masuk ke tubuh kita, sudah halal-kah? Lebih baik tinggalkan
bila ragu-ragu..."



Semoga bermanfaat.


 
© Copyright 2035 Blog Ummu Azraa
Theme by Yusuf Fikri